<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1720053519116246636</id><updated>2011-04-21T22:02:52.083-07:00</updated><title type='text'>MOCHAMAD ISKARIM'S WEB BLOG</title><subtitle type='html'>Just For My Wife "Bunda Fitri" and My Family "I Love You"</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://karim-fitriani.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1720053519116246636/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karim-fitriani.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Mochamad Iskarim, S.PdI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10925762467835518425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1720053519116246636.post-956242245810187883</id><published>2008-07-29T07:30:00.000-07:00</published><updated>2008-07-29T08:02:17.883-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;KERANGKA DASAR&lt;br /&gt;KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI&lt;br /&gt;Tim Pengembang:&lt;br /&gt;Pusat Kurikulum&lt;br /&gt;Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini&lt;br /&gt;Direktorat Pembinaan TK dan SD&lt;br /&gt;Universitas Negeri Jakarta&lt;br /&gt;DERPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL&lt;br /&gt;2007&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR ISI&lt;br /&gt;Bab I . Pendahuluan&lt;br /&gt;A. Latar Belakang&lt;br /&gt;B. Tujuan&lt;br /&gt;C. Sasaran&lt;br /&gt;D. Ruang Lingkup&lt;br /&gt;Bab II . Landasan Pendidikan Anak Usia Dini&lt;br /&gt;A. Landasan Yuridis&lt;br /&gt;B. Landasan Filosofis&lt;br /&gt;C. Landasan Keilmuan&lt;br /&gt;Bab III . Hakikat Pendidikan Anak Usia Dini&lt;br /&gt;A. Pengertian&lt;br /&gt;B. Tujuan&lt;br /&gt;C. Prinsip-prinsip&lt;br /&gt;Bab IV. Standar Kompetensi Anak Usia Dini&lt;br /&gt;A. Pengertian&lt;br /&gt;B. Standar Kompetensi&lt;br /&gt;Bab V. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini&lt;br /&gt;A. Pengertian&lt;br /&gt;B. Prinsip Pengembangan Kurikulum&lt;br /&gt;C. Ruang Lingkup Kurikulum&lt;br /&gt;D. Komponen Kurikulum&lt;br /&gt;E. Pengembangan Kurikulum pada Satuan Pendidikan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;A. Latar Belakang&lt;br /&gt;Memasuki milenium ke tiga Indonesia dihadapkan pada tantangan untuk menyiapkan masyarakat menuju era baru, yaitu globalisasi yang menyentuh semua aspek kehidupan. Dalam era global ini seakan dunia tanpa jarak. Komunikasi dan transaksi ekonomi dari tingkat lokal hingga internasional dapat dilakukan sepanjang waktu. Demikian pula nanti ketika perdagangan bebas sudah diberlakukan, tentu persaingan dagang dan tenaga kerja bersifat multi bangsa. Pada saat itu hanya bangsa yang unggullah yang anak mampu bersaing.&lt;br /&gt;Pendidikan merupakan modal dasar untuk menyiapkan insan yang berkualitas. Menurut Undang-undang Sisdiknas Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Menurut UNESCO pendidikan hendaknya dibangun dengan empat pilar, yaitu learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together.&lt;br /&gt;Pada hakikatnya belajar harus berlangsung sepanjang hayat. Untuk menciptakan generasi yang berkualitas, pendidikan harus dilakukan sejak usia dini dalam hal ini melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yaitu pendidikan yang ditujukan bagi anak sejak lahir hingga usia 6 tahun. Sejak dipublikasikannya hasil-hasil riset mutakhir di bidang neuroscience dan psikologi maka fenomena pentingnya PAUD merupakan keniscayaan. PAUD menjadi sangat penting mengingat potensi kecerdasan dan dasar-dasar perilaku seseorang terbentuk pada rentang usia ini. Sedemikian pentingnya masa ini sehingga usia dini sering disebut the golden age (usia emas).&lt;br /&gt;Dengan diberlakukannya UU No. 20 Tahun 2003 maka sistem pendidikan di Indonesia terdiri dari pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi yang keseluruhannya merupakan kesatuan yang sistemik. PAUD diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. PAUD dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan/atau informal. PAUD pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK), Raudatul Athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat. PAUD pada jalur pendidikan nonformal berbentuk Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat. PAUD pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan.&lt;br /&gt;Dalam upaya pembinaan terhadap satuan-satuan PAUD tersebut, diperlukan adanya sebuah kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi anak usia dini yang berlaku secara nasional. Kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi adalah rambu-rambu yang dijadikan acuan dalam penyusunan kurikulum dan silabus (rencana pembelajaran) pada tingkat satuan pendidikan. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.&lt;br /&gt;B. Tujuan&lt;br /&gt;Tujuan kerangka dasar kurikulum pendidikan anak usia dini adalah kerangka dasar yang dijadikan sebagai acuan bagi lembaga pendidikan anak usia dini dalam mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan.&lt;br /&gt;C. Sasaran&lt;br /&gt;Sasaran kerangka dasar ini adalah lembaga-lembaga penyelenggara PAUD jalur pendidikan formal dan nonformal seperti Taman Kanak-Kanak, Raudatul Athfal, Kelompok Bermain,Taman Penitipan Anak, dan Satuan PAUD yang sejenis.&lt;br /&gt;D. Ruang Lingkup Penulisan&lt;br /&gt;Kerangka dasar ini terdiri dari bab I Pendahuluan, bab II Landasan Pendidikan Anak Usai dini, bab III. Hakikat Pendidikan Anak Usai Dini, bab IV Standar Kompetensi Anak Usia Dini, bab V Struktur Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini, bab VI Penilaian Kurikulum, dan bab. VII Penutup.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;LANDASAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI&lt;br /&gt;A. Landasan Yuridis&lt;br /&gt;1. Dalam Amandemen UUD 1945 pasal 28 B ayat 2 dinyatakan bahwa ”Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi”.&lt;br /&gt;2. Dalam UU NO. 23 Tahun 2002 Pasal 9 Ayat 1 tentang Perlindungan Anak dinyatakan bahwa ”Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasarnya sesuai dengan minat dan bakatnya”.&lt;br /&gt;3. Dalam UU NO. 20 TAHUN 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab 1, Pasal 1, Butir 14 dinyatakan bahwa ”Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”. Sedangkan pada pasal 28 tentang Pendidikan Anak Usia Dini dinyatakan bahwa ”(1) Pendidikan Anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar, (2) Pendidkan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidkan formal, non formal, dan/atau informal, (3) Pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal: TK, RA, atau bentuk lain yang sederajat, (4) Pendidikan anak usia dini jalur pendidikan non formal: KB, TPA, atau bentuk lain yang sederajat, (5) Pendidikan usia dini jalur pendidikan informal: pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan, dan (6) Ketentuan mengenai pendidikan anak usia dini sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.”&lt;br /&gt;B. Landasan Filosofis&lt;br /&gt;Pendidikan merupakan suatu upaya untuk memanusiakan manusia. Artinya melalui proses pendidikan diharapkan terlahir manusia-manusia yang baik. Standar manusia yang “baik” berbeda antar masyarakat, bangsa atau negara, karena perbedaan pandangan filsafah yang menjadi keyakinannya. Perbedaan filsafat yang dianut dari suatu bangsa akan membawa perbedaan dalam orientasi atau tujuan pendidikan.&lt;br /&gt;Bangsa Indonesia yang menganut falsafah Pancasila berkeyakinan bahwa pembentukan manusia Pancasilais menjadi orientasi tujuan pendidikan yaitu menjadikan manusia indonesia seutuhnya.Bangsa Indonesia juga sangat menghargai perbedaan dan mencintai demokrasi yang terkandung dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang maknanya “berbeda tetapi satu.” Dari semboyan tersebut bangsa Indonesia juga sangat menjunjung tinggi hak-hak individu sebagai mahluk Tuhan yang tak bisa diabaikan oleh siapapun. Anak sebagai mahluk individu yang sangat berhak untuk mendaptkan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya. Dengan pendidikan yang diberikan diharapkan anak dapat tumbuh sesuai dengan potensi yang dimilkinya, sehingga kelak dapat menjadi anak bangsa yang diharapkan. Melalui pendidikan yang dibangun atas dasar falsafah pancasila yang didasarkan pada semangat Bhineka Tunggal Ika diharapkan bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang tahu akan hak dan kewajibannya untuk bisa hidup berdampingan, tolong menolong dan saling menghargai dalam sebuah harmoni sebagai bangsa yang bermartabat.&lt;br /&gt;Sehubungan dengan pandangan filosofis tersebut maka kurikulum sebagai alat dalam mencapai tujuan pendidikan, pengembangannya harus memperhatikan pandangan filosofis bangsa dalam proses pendidikan yang berlangsung.&lt;br /&gt;Landasan Keilmuan&lt;br /&gt;Landasan keilmuan yang mendasari pentingnya pendidikan anak usia dinii didasarkan kepada beberapa penemuan para ahli tentang tumbuh kembang anak. Pertumbuhan dan perkembangan anak tidak dapat dilepaskan kaitannya dengan perkembangan struktur otak. Menurut Wittrock (Clark, 1983), ada tiga wilayah perkembangan otak yang semakin meningkat, yaitu pertumbuhan serabut dendrit, kompleksitas hubungan sinapsis, dan pembagian sel saraf. Peran ketiga wilayah otak tersebut sangat penting untuk pengembangan kapasitas berpikir manusia. Sejalan dengan itu Teyler mengemukakan bahwa pada saat lahir otak manusia berisi sekitar 100 milyar hingga 200 milyar sel saraf. Tiap sel saraf siap berkembang sampai taraf tertinggi dari kapasitas manusia jika mendapat stimulasi yang sesuai dari lingkungan.&lt;br /&gt;Jean Piaget (1972) mengemukakan tentang bagaimana anak belajar:“ Anak belajar melalui interaksi dengan lingkungannya. Anak seharusnya mampu melakukan percobaan dan penelitian sendiri. Guru bisa menuntun anak-anak dengan menyediakan bahan-bahan yang tepat, tetapi yang terpenting agar anak dapat memahami sesuatu, ia harus membangun pengertian itu sendiri, dan ia harus menemukannya sendiri.” Sementara Lev Vigostsky meyakini bahwa : pengalaman interaksi sosial merupakan hal yang penting bagi perkembangan proses berpikir anak. Aktivitas mental yang tinggi pada anak dapat terbentuk melalui interaksi dengan orang lain. Pembelajaran akan menjadi pengalaman yang bermakna bagi anak jika ia dapat melakukan sesuatu atas lingkungannya. Howard Gardner menyatakan tentang kecerdasan jamak dalam perkembangan manusia terbagi menjadi: kecerdasan bodily kinestetik, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan naturalistik, kecerdasan logiko – matematik, kecerdasan visual – spasial, kecerdasan musik.&lt;br /&gt;Dengan demikian perkembangan kemampuan berpikir manusia sangat berkaitan dengan struktur otak, sedangkan struktur otak itu sendiri dipengaruhi oleh stimulasi, kesehatan dan gizi yang diberikan oleh lingkungan sehingga peran pendidikan yang sesuai bagi anak usia dini sangat diperlukan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;HAKIKAT PENDIDIKAN ANAK USIA DINI&lt;br /&gt;1. Pengertian&lt;br /&gt;Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.&lt;br /&gt;2. Tujuan&lt;br /&gt;Secara umum tujuan pendidikan anak usia dini adalah mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.&lt;br /&gt;3. Prinsip-Prinsip Pendidikan Anak Usia Dini&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan Pendidikan anak usia dini hendaknya menggunakan prinsip-prinsip sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Berorientasi pada Kebutuhan Anak&lt;br /&gt;Kegiatan pembelajaran pada anak harus senantiasa berorientasi kepada kebutuhan anak. Anak usia dini adalah anak yang sedang membutuhkan upaya-upaya pendidikan untuk mencapai optimalisasi semua aspek perkembangan baik perkembangan fisik maupun psikis, yaitu intelektual, bahasa, motorik, dan sosio emosional.&lt;br /&gt;b. Belajar melalui bermain&lt;br /&gt;Bermain merupakan saran belajar anak usia dini. Melalui bermain anak diajak untuk bereksplorasi, menemukan, memanfaatkan, dan mengambil kesimpulan mengenai benda di sekitarnya.&lt;br /&gt;c. Lingkungan yang kondusif&lt;br /&gt;Lingkungan harus diciptakan sedemikian rupa sehingga menarik dan menyenangkan dengan memperhatikan keamanan serta kenyamanan yang dapat mendukung kegiatan belajar melalui bermain.&lt;br /&gt;d. Menggunakan pembelajaran terpadu&lt;br /&gt;Pembelajaran pada anak usia dini harus menggunakan konsep pembelajaran terpadu yang dilakukan melalui tema. Tema yang dibangun harus menarik dan dapat membangkitkan minat anak dan bersifat kontekstual. Hal ini dimaksudkan agar anak mampu mengenal berbagai konsep secara mudah dan jelas sehingga pembelajaran menjadi mudah dan bermakna bagi anak.&lt;br /&gt;e. Mengembangkan berbagai kecakapan hidup&lt;br /&gt;Mengembangkan keterampilan hidup dapat dilakukan melalui berbagai proses pembiasaan. Hal ini dimaksudkan agar anak belajar untuk menolong diri sendiri, mandiri dan bertanggungjawab serta memiliki disiplin diri.&lt;br /&gt;f. Menggunakan berbagai media edukatif dan sumber belajar&lt;br /&gt;Media dan sumber pembelajaran dapat berasal dari lingkungan alam sekitar atau bahan-bahan yang sengaja disiapkan oleh pendidik /guru.&lt;br /&gt;g. Dilaksanakan secara bertahap dan berulang –ulang&lt;br /&gt;Pembelajaran bagi anak usia dini hendaknya dilakukan secara bertahap, dimulai dari konsep yang sederhana dan dekat dengan anak. Agar konsep dapat dikuasai dengan baik hendaknya guru menyajikan kegiatan–kegiatan yang berluang .&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;STANDAR KOMPETENSI ANAK USIA DINI&lt;br /&gt;A. Pengertian&lt;br /&gt;Standar kompetensi anak usia dini adalah standar kemampuan anak usia 0-6 tahun yang didasarkan pada perkembangan anak. Standar kompetensi ini digunakan sebagai acuan dalam mengembangkan kurikulum anak usia dini.&lt;br /&gt;B. Standar Kompetensi Anak Usia Dini&lt;br /&gt;Standar kompetensi anak usia dini terdiri atas pengembangan aspek-aspek sebagai berikut:&lt;br /&gt;Moral dan nilai-nilai agama&lt;br /&gt;Sosial, emosional, dan kemandirian&lt;br /&gt;Bahasa&lt;br /&gt;Kognitif&lt;br /&gt;Fisik/Motorik&lt;br /&gt;Seni&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;BAB V&lt;br /&gt;PENGEMBANGAN KURIKULUM&lt;br /&gt;TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI&lt;br /&gt;A. Pengertian&lt;br /&gt;Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan belajar serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelengaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.&lt;br /&gt;B. Prinsip-prinsip Pengembangan&lt;br /&gt;1. Bersifat komperhensif&lt;br /&gt;Kurikulum harus menyediakan pengalaman belajar yang meningkatkan perkembangan anak secara menyeluruh dalam berbagai aspek perkembangan .&lt;br /&gt;2. Dikembangkan atas dasar perkembangan secara bertahap.&lt;br /&gt;Kurikulum harus menyediakan berbagai kegiatan dan interaksi yang tepat didasarkan pada usia dan tahapan perkembangan setiap anak. Program menyediakan berbagai sarana dan bahan untuk anak dengan berbagai kemampuan.&lt;br /&gt;3. Melibatkan orang tua&lt;br /&gt;Keterlibatan orang tua sebagai pendidik utama bagi anak. Oleh karena itu peran orang tua dalam pendidikan anak usia dini sangat penting dalam pelaksanaan pendidikan.&lt;br /&gt;4. Melayani kebutuhan individu anak.&lt;br /&gt;Kurikulum dapat mewadahi kemampuan, kebutuhan,minat setiap anak.&lt;br /&gt;5. Merefleksikan kebutuhan dan nilai masyarakat&lt;br /&gt;Kurikulum harus memperhatikan kebutuhan setiap anak sebagai anggota dari keluarga dan nilai-nilai budaya suatu masyarakat.&lt;br /&gt;6. Mengembangkan standar kompetensi anak&lt;br /&gt;Kurikulum yang dikembangkan harus dapat mengembangkan kompetensi anak. Standar Kompetensi seabagi acuan dalam menyiapkan lingkungan belajar anak.&lt;br /&gt;7. Mewadahi layanan anak berkebutuhan khusus&lt;br /&gt;Kurikulum yang dikembangkan hendaknya memperhatikan semua anak termasuk anak-anak yang berkebutuhan khususus.&lt;br /&gt;8. Menjalin kemitraan dengan keluarga dan masyarakat&lt;br /&gt;Kurikulum hendaknya dapat menunjukkan bagaimana membangun sinegi dengan keluarga dan masyarakat sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai&lt;br /&gt;9.Memperhatikan kesehatan dan keselamatan anak&lt;br /&gt;Kurikulum yang dibangun hendaknya memperhatikan aspek keamanan dan kesehatan anak saat anak berada disekolah&lt;br /&gt;10.Menjabarkan prosedur pengelolaan Lembaga&lt;br /&gt;Kurikulum hendaknya dapat menjabarkan dengan jelas prosedur manajemen /pengelolaan lembaga kepada masyarakat sebagai bentuk akuntabiitas.&lt;br /&gt;11. Manajemen Sumber Daya Manusia&lt;br /&gt;Kurikulum hendaknya dapat menggamabarkan proses manajemen pembinaan sumber daya manusia yang terlibat di lembaga&lt;br /&gt;12.Penyediaan Sarana dan Prasarana.&lt;br /&gt;Kurikulum dapat menggambarkan penyediaan srana dan prasaran yang dimiliki lembaga.&lt;br /&gt;C. Komponen Kurikulum&lt;br /&gt;a. Anak&lt;br /&gt;Sasaran layanan pendidikan Anak usia dini adalah anak yang berada pada rentang usia 0 – 6 tahun. Pengelompokan anak didasarkan pada usia sebagai berikut :&lt;br /&gt;1) 0 – 1 tahun&lt;br /&gt;2) 1 – 2 tahun&lt;br /&gt;3) 2- 3 tahun&lt;br /&gt;4) 3 - 4 tahun&lt;br /&gt;5) 4- 5 tahun&lt;br /&gt;6) 5 - 6 tahun .&lt;br /&gt;b. Pendidik&lt;br /&gt;Kompetensi Pendidik anak usia dini memiliki kualifikasi akademik sekurang-kurangnya Diploma Empat (D-IV) atau Sarjana (S1) di bidang pendidikan anak usia dini, kependidikan lain, atau psikologi; dan memiliki sertifikasi profesi guru PAUD atau sekurang - kurangnya telah mendapat pelatihan pendidikan anak usia dini. Adapun rasio pendidik dan anak adalah&lt;br /&gt;1) Usia 0 – 1 tahun rasio 1 : 3 anak&lt;br /&gt;2) Usai 1 – 3 tahun rasio 1 : 6 anak&lt;br /&gt;3) Usia 3 - 4 tahun rasio 1 : 8 anak&lt;br /&gt;4) Usia 4 - 6 tahun rasio 1 : 10 /12 anak&lt;br /&gt;c. Pembelajaran&lt;br /&gt;Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan bermain yang dipersiapkan oleh pendidik dengan menyiapkan materi ( content ), dan proses belajar. Materi belajar bagi anak usia dini dibagi dalam 2 kelompok usia.&lt;br /&gt;Materi Usia lahir sampai 3 tahun meliputi:&lt;br /&gt;1). Pengenalan diri sendiri ( Perkembangan konsep diri)&lt;br /&gt;2). Pengenalan perasaan (Perkembangan emosi)&lt;br /&gt;3). Pengenalan tentang Orang lain (Perkembangan Sosial)&lt;br /&gt;4). Pengenalan berbagai gerak (perkembangan Fisik)&lt;br /&gt;5). Mengembangkan komunikasi (Perkembangan bahasa)&lt;br /&gt;6). Ketrampilan berfikir (Perkembangan kognitif)&lt;br /&gt;Materi untuk anak usia 3 – 6 tahun meliputi :&lt;br /&gt;1) Keaksaraan mencakup peningkatan kosa kata dan bahasa, kesadaran phonologi, wawasan pengetahuan, percakapan, memahami buku-buku, dan teks lainnya.&lt;br /&gt;2) Konsep Matematika mencakup pengenalan angka-angka, pola-pola dan hubungan, geometri dan kesadaran ruang, pengukuran, pengumpulan data, pengorganisasian, dan mempresentasikannya.&lt;br /&gt;3) Pengetahuan Alam lebih menekankan pada objek fisik, kehidupan, bumi dan lingkungan.&lt;br /&gt;4) Pengetahuan Sosial mencakup hidup orang banyak, bekerja, berinteraksi dengan yang lain, membentuk, dan dibentuk oleh lingkungan. Komponen ini membahas karakteristik tempat hidup manusia, dan hubungannya antara tempat yang satu dengan yang lain, juga hubungannya dengan orang banyak. Anak-anak mempelajari tentang dunia dan pemetaannya, misalnya dalam rumah ada ruang tamu, ruang tidur, kamar mandi, dapur, ruang keluarga, ruang belajar; di luar rumah ada taman, garasi, dll. Setiap rumah memiliki tetangga dalam jarak dekat atau jauh.&lt;br /&gt;5) Seni mencakup menari, musik, bermain peran, menggambar dan melukis. Menari, adalah mengekspresikan ide ke dalam gerakan tubuh dengan mendengarkan musik, dan menyampaikan perasaan. Musik, adalah mengkombinasikan instrumen untuk menciptakan melodi dan suara yang menyenagkan. Drama, adalah mengungkapkan cerita melalui aksi, dialog, atau keduanya. Seni juga mencakup melukis, menggambar, mengoleksi sesuatu, modeling, membentuk dengan tanah liat atau materi lain, menyusun bangunan, membuat boneka, mencap dengan stempel, dll.&lt;br /&gt;6) Teknologi mencakup alat-alat dan penggunaan operasi dasar. Kesadaran Teknologi. Komponen ini membahas tentang alat-alat teknologi yang digunakan anak-anak di rumah, di sekolah, dan pekerjaan keluarga. Anak-anak dapat mengenal nama-nama alat dan mesin yang digunakan oleh manusia sehari-hari.&lt;br /&gt;7) Ketrampilan Proses mencakup pengamatan dan eksplorasi; eksperimen, pemecahan masalah; dan koneksi, pengorganisasian, komunikasi, dan informasi yang mewakili.&lt;br /&gt;Untuk mewadahi proses belajar bagi anak usa dini pendidik harus dapat melakukan penataan lingkungan main, menyediakan bahan–bahan main yang terpilih, membangun interaksi dengan anak dan membuat rencana kegiatan main untuk anak. Proses pembelajaran anak usia dini dilakukan melalui sentra atau area main. Sentra atau area tersebut bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi dari masing-masing satuan Pendidikan. Contoh sentra atau area bermain tersebut antara lain : Sentra Balok, Sentra Bermain Peran, Sentra Seni, Sentra Musik, Sentra Persiapan, Sentra agama, dan Sentra Memasak.&lt;br /&gt;d. Penilaian (Assesmen)&lt;br /&gt;Assesmen adalah proses pengumpulan data dan dokumentasi belajar dan perkembangan anak. Assesmen dilakukan melalui : observasi, konfrensi dengan para guru, survey, wawancara dengan orang tua, hasil kerja anak, dan unjuk kerja. Keseluruhan penilaian /assesmen dapat di buat dalam bentuk portofolio.&lt;br /&gt;e. Pengelolaan Pembelajaran&lt;br /&gt;1). Keterlibatan Anak&lt;br /&gt;2). Layanan program&lt;br /&gt;Lembaga Pendidikan anak usia dini dilaksnanakan sesuai satuan Pendidikan masing-masing. Jumlah hari dan jam layanan :&lt;br /&gt;(a) Taman Penitipan Anak (TPA) dilaksanakan 3 – 5 hari dengan jam layanan minimal 6 jam. Minimal layanan dalam satu tahun 144 -160 hari atau 32 – 34 minggu.&lt;br /&gt;(b) Kelompok Bermain (KB) setiap hari atau minimal 3 kali seminggu dengan jumlah jam minimal 3 jam. Minimal layanan dalam satu tahun 144 hari atau 32 - 34 minggu.&lt;br /&gt;(c) Satuan PAUD Sejenis (SPS) minimal satu minggu sekali dengan jam layanan minimal 2 jam. Kekurangan jam layanan pada SPS dilengkapi dengan program pengasuhan yang dilakukan orang tua sehingga jumlah layanan keseluruhan setara dengan 144 hari dalam satu tahun.&lt;br /&gt;(d) Taman Kanak-Kanak (TK) dilaksanakan minimal 5 hari setiap minggu dengan jam layanan minimal 2,5 jam. Layanan dalam satu tahun 160 hari atau 34 minggu.&lt;br /&gt;Layanan pembelajaran pada masing-masing satuan pendidikan anak usia dini mengikuti kalender pendidikan daerah masing-masing.&lt;br /&gt;f. Melibatkan Peranserta masyarakat&lt;br /&gt;Pelaksanaan pendidikan anak usia dini hendaknya dapat melibatkan seluruh komponen masyarakat. Penyelenggaraan pendiikan anak usai dini dapat dilakukan oleh swasta dan pemerintah , yayasan maupun perorangan.&lt;br /&gt;E. Satuan Pendidikan Anak Usia Dini.&lt;br /&gt;Kerangka dasar Kurikulum digunakan pada pendidika anak usia dini jalur formal maupun jalur non formal yaitu : Taman Kanak-Kanak/ Raudhatul Athfal, Taman Penitipan Anak, Kelompok Bermain, dan Satuan PAUD Sejenis.&lt;br /&gt;a. Taman Kanak adalah salah satu bentuk satuan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan bagi anak usia empat tahun sampai enam tahun. Sasaran Pendidikan Taman Kanak-Kanak adalah anak usia 4 - 6 tahun, yang dibagi ke dalam dua kelompok belajar berdasarkan usia yaitu Kelompok A untuk anak usia 4 - 5 tahun dan Kelompok B untuk anak didik usia 5 - 6 tahun.&lt;br /&gt;b. Kelompok Bermain adalah salah satu bentuk PAUD pada jalur pendidikan non formal yang menyelenggarakan program pendidikan sekaligus program kesejahteraan bagi anak usia 2 sampai dengan 4 tahun. Sasaran KB adalah anak usia 2 - 4 tahun dan anak usia 4 - 6 tahun yang tidak dapat dilayani TK (setelah melalui pengkajian dan mendapat rekomendasi dari pihak yang berwenang).&lt;br /&gt;c. Taman Penitipan Anak adalah layanan pendidikan yang dilaksanakan pemerintah dan masyarakat bagi anak usia lahir - 6 tahun yang orang tuanya bekerja. Peserta didik pada TPA adalah anak usia lahir - 6 tahun.&lt;br /&gt;d. Satuan PAUD Sejenis (SPS) adalah layanan minimal merupakan layanan minimal yang hanya dilakukan 1-2 kali/minggu atau merupakan layanan PAUD yang diintegrasikan dengan program layanan lain. Peserta didik pada SPS adalah anak 2-4 tahun.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;BAB VI&lt;br /&gt;PENILAIAN KURIKULUM&lt;br /&gt;Evaluasi / Penilaian adalah suatu analisis yang sistimatis untuk melihat efektifitas program yang diberikan dan pengaruh program tersebut terhadap anak. Penilaian kurikulum dilakukan secara berkala dan berkesinambungan oleh Pusat maupun Daerah. Penilaian kurikulum dimaksudkan untuk mngetahui sejauh mana kurikulum dilaksanakan dan kesesuainnya dengan kerangka dasar fungsi dan tujuan pendiikan nasional serta kesesuaian dengan tuntutan perkembangan yang terjadi di masyarakat. Hasil penilaian kurikulum digunakan untuk menyempurnakan pelaksanaan dan mengembangkan kurikulum selanjutnya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1720053519116246636-956242245810187883?l=karim-fitriani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karim-fitriani.blogspot.com/feeds/956242245810187883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1720053519116246636&amp;postID=956242245810187883' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1720053519116246636/posts/default/956242245810187883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1720053519116246636/posts/default/956242245810187883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karim-fitriani.blogspot.com/2008/07/kerangka-dasar-kurikulum-pendidikan.html' title=''/><author><name>Mochamad Iskarim, S.PdI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10925762467835518425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1720053519116246636.post-6306973262224251995</id><published>2008-06-17T21:04:00.000-07:00</published><updated>2008-06-17T21:44:25.208-07:00</updated><title type='text'>"THE NICE DAY"</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_5eqsI1WftvI/SFiRqypwB6I/AAAAAAAAAAk/AhqYP19P7ec/s1600-h/PICT1440.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5213076733018769314" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_5eqsI1WftvI/SFiRqypwB6I/AAAAAAAAAAk/AhqYP19P7ec/s400/PICT1440.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Bismillahirrohmanirrohim&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Alhamdulillahirobbil'alamin.... &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hari Sabtu, tanggal 24 Mei 2008 merupakan hari yang sangat indah dan bersejarah. Dimana seorang manusia yang dulunya diumpamakan sebagai tanah yang kering, kusam, dan tidak menarik sama sekali, kini dengan hasil tempaan dari para perajin gerabah (para dosen dan guru besar) yang ulet, gigih, dan disiplin serta penuh kesabaran berhasil menjadikan tanah liat tadi menjadi keramik yang indah, keramik yang menarik, siapapun yang melihatnya pasti akan terpesona padanya. namun, keramik tersebut pasti akan lebih indah nan menawan jika bisa dipasarkan atau dipoles lebih indah lagi di lokasi dan tempat yang memiliki kapabilitas penempaan yang lengkap dan alat-alat yang memadahi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagai manusia biasa, saya hanya berpesan pada teman-teman semua, teruslah berusaha menggapai cita-cita. Hidup dengan usaha seperti mata yang tertutup untuk memilih buah-buahan yang ada dikeranjang. Apapun buahnya kita tidak mempersoalkan yang jelas kita pasti dapat buah. Tetapi sebaliknya, hidup tanpa usaha seperti mata yang tertutup di ruang yang gelap untuk mencari kucing hitam, dan kucingnya tidak ada. kalah sebelum berjuang. so must go on!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;Congratulation to &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;My Friend, My Son, My Family, My Uncle,and My Love&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;MOCHAMAD ISKARIM, S.PdI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_5eqsI1WftvI/SFiLAx4TkXI/AAAAAAAAAAM/VmzPXiE20xQ/s1600-h/PICT1441.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_5eqsI1WftvI/SFiLAx4TkXI/AAAAAAAAAAM/VmzPXiE20xQ/s1600-h/PICT1441.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1720053519116246636-6306973262224251995?l=karim-fitriani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karim-fitriani.blogspot.com/feeds/6306973262224251995/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1720053519116246636&amp;postID=6306973262224251995' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1720053519116246636/posts/default/6306973262224251995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1720053519116246636/posts/default/6306973262224251995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karim-fitriani.blogspot.com/2008/06/nice-day.html' title='&quot;THE NICE DAY&quot;'/><author><name>Mochamad Iskarim, S.PdI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10925762467835518425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5eqsI1WftvI/SFiRqypwB6I/AAAAAAAAAAk/AhqYP19P7ec/s72-c/PICT1440.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1720053519116246636.post-1370045791202268457</id><published>2008-06-17T20:49:00.000-07:00</published><updated>2008-06-17T21:01:04.682-07:00</updated><title type='text'>"HADIS DAN TUNTUTAN ZAMAN"</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Berikut ini akan dipaparkan beberapa contoh kebenaran Sunnah berdasarkan kajian empiris dan pengalaman ilmiah : &lt;em&gt;contoh pertama&lt;/em&gt; : dalam sebuah Hadis dijelaskan sunnah untuk makan dengan tangan, tanpa menggunakan sendok atau pun garpu. Selepas makan, sunnah pula tangan untuk dijilati agar sisa makanan bersih. Hadis shahih yang diriwayatkan oleh sejumlah muhadditsin seperti Bukhori dan Muslim ini selintas terkesan jorok. Namun perhatikan cerita berikut ini.&lt;br /&gt;Pada sebuah kesempatan di Paris, Muhammad Abduh, dijamu oleh para tokoh dan pemuka Barat dalam suatu jamuan istimewa. Saat makan, ulama dan pemikir pembaharu itu menggunakan tangan. Seusai makan, ia juga menjilati tangannya. Menyaksikan pola makan seperti itu, para tamu heran dan merasa jijik. Salah seorang tamu lantas menyapa : “Wahai Imam, apakah Muhammad mengajarimu makan seperti itu?”&lt;br /&gt;Sungguh mencemoohkan Islam pertanyaan ini. Ajaran Islam dianggap kuno dan ketinggalan zaman. Bagi para tamu, makan seperti itu tidak higienis, berbeda dengan menggunakan sendok dan garpu yang dianggap modern dan lebih higienis. Dengan penuh keyakinan Abduh menjawab : “Ya! Muhammad SAW mengajarkan pola makan seperti ini dalam Hadisnya.”&lt;br /&gt;Abduh melanjutkan: “Kalau kalian jijik dengan pola makan seperti ini dan menganggap tidak higienis mari kita buktikan. Tangan yang saya gunakan untuk makan adalah tangan saya, dan hanya saya yang menggunakannya. Jelas terjamin kebersihannya, karena saya lebih tahu itu. Tap sendok dan garpu yang kalian gunakan, sudah banyak orang yang sebelum kalian menggunakannya. Meskipun alat-alat tersebut sudah dibersihkan, tapi belum tentu menjamin kebersihannya.” Hadirin dalam jamuan itu terdiam, mereka tak menyangka jawaban sang imam yang tepat dan sangat benar itu.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Contoh kedua&lt;/em&gt;, dalam beberapa Hadis shahih Rosulallah menganjurkan umatnya untuk berpuasa tiga hari setiap pertengahan bulan (tanggal 13, 14 dan 15). Hadis ini diantaranya diriwayatkan oleh Tirmidzi dalam sunan, bab Puasa Tiga Hari setiap bulan, Hadis no.692. Sebagian kaum Muslimin hingga kini patuh melaksanakan anjuran ini tanpa peduli dengan manfaat ilmiahnya.&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu, sekelompok psikolog asal Jepang dan Prancis mengadakan penelitian bersama tentang maraknya kecelakaan lalu lintas di kota-kota besar, seperti Tokyo dan Paris, yang terjadi setiap pertengahan bulan. Setelah diteliti, disimpulkan bahwa tubuh manusia memiliki kandungan air, dan ketika bulan purnama, tubuh itu dipengaruhi daya tarik bulan karena kandungan airnya. Semakin banyak kandungan air yang ada, semakin besar pula pengaruhnya.&lt;br /&gt;Daya tarik bulan ini sangat memengaruhi tubuh yang mengandung banyak air untuk lekas merasa stres yang mengganggu daya konsentrasi. Dari sini dapat disimpulkan, ternyata anjuran Nabi kepada umatnya untuk berpuasa setiap tengah bulan sangat membantu upaya pengurangan kadar air dalam tubuh manusia. Berkat puasa-puasa di masa itu, mental manusia tak akan terganggu oleh daya tarik bulan purnama.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Contoh ketiga&lt;/em&gt;, dalam sebuah Hadis shahih tentang cara membersihkan jilatan anjing, Rosulallah bersabda :”Bersihkanlah tujuh kali dengan bilasan air, salah satunya dengan debu.” Hadis ini sangat populer, diriwayatkan oleh sejumlah muhadditsin, seperti Muslim, Abu Daud, Nasa’I, Ibnu Majah, maupun Ahmad dalam redaksi berbeda.&lt;br /&gt;Hadis ini, konon pernah diperdebatkan Soekarno dan Haji Agus Salim. Soekarno berpendapat, Hadis ini tidak relevan. Karena seharusnya, untuk membersihkan jilatan anjing, selayaknya menggunakan air dan deterjen atau sabun, bukan air dan debu. Sekilas, alasan ini terkesan logis mengikuti zaman.&lt;br /&gt;Namun, beberapa tahun kemudian, seorang dokter hewan peneliti penyakit rabies asal Jerman melakukan riset. Dalam eksperimennya ia memberikan sebuah wajan berisi susu kepada anjing yang terinfeksi rabies. Setelah habis dijilati anjing, wajan itu dicuci dengan air dan deterjen. Tenyata, kuman rabies masih tersisa. Lalu ia mengulangi eksperimennya. Kali ini ia mencuci wajan itu dengan air dan debu. Ternyata wajan bersih dan kuman pun hilang.&lt;br /&gt;Kejadian ini membuktikan kebenaran ajaran Rosulallah, meski sepintas logika mengabaikannya. Selepas eksperimen, konon si peneliti pun memeluk Islam karena kagum terhadap ajaran Islam. &lt;em&gt;wallahu’alam bish-shawab&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Harus diyakini, bahwa&lt;br /&gt;Hadis yang telah diuji&lt;br /&gt;otensitasnya memang&lt;br /&gt;benar-benar wahyu yang&lt;br /&gt;Allah turunkan kepada&lt;br /&gt;Rosulallah SAW&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1720053519116246636-1370045791202268457?l=karim-fitriani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karim-fitriani.blogspot.com/feeds/1370045791202268457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1720053519116246636&amp;postID=1370045791202268457' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1720053519116246636/posts/default/1370045791202268457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1720053519116246636/posts/default/1370045791202268457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karim-fitriani.blogspot.com/2008/06/hadis-dan-tuntutan-zaman.html' title='&quot;HADIS DAN TUNTUTAN ZAMAN&quot;'/><author><name>Mochamad Iskarim, S.PdI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10925762467835518425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1720053519116246636.post-3919342085781498989</id><published>2008-06-15T22:37:00.000-07:00</published><updated>2008-06-15T22:43:10.878-07:00</updated><title type='text'>Empat Tahap Pengembangan Diri</title><content type='html'>Dalam pandangan saya, tahap-tahap personal development dapat dilihat dari empat tahap berikut: pertama, mengenali diri sendiri. Kedua, memposisikan diri. Ketiga, mendobrak diri. Dan keempat, aktualisasi diri. Pada kesempatan ini, saya akab bahas tahap pertama terlebih dahulu.&lt;br /&gt;Dibanding ciptaan Tuhan yang lainnya, manusia adalah ciptaan yang paling sempurna. Kesempurnaan di sini dilihat dari kelengkapan sisi-sisi manusia itu sendiri, yaitu adanya kebaikan, ada pula keburukan. Ada sisi yang kuat, ada pula sisi yang lemah. Manusia sebagai makhluk penuh potensi diri, harus selalu bertumbuh menuju aktualisasi dirinya. Manusia harus mengenali kedua sisi tersebut sebaik-baiknya. Sebab, mengenal diri sendiri adalah dasar dari action atau tindakan-tindakan, demi meraih sebuah cita-cita yang besar.&lt;br /&gt;Contoh: setelah menganalisis diri dengan saksama, kemudian kita mampu menemukan kekuatan personal kita seperti kreativitas, semangat berinovasi, ketajaman analisis, kemampuan menemukan peluang, penerimaan terhadap hal-hal baru, semangat belajar yang tinggi, serta cita-cita atau tujuan-tujuan pribadi yang mulia. Tetapi di sisi lain, mungkin saja kita merasa memiliki kelemahan, seperti kurang disiplin, tidak fokus, kurang konsisten, tidak berani mencoba, atau tidak berani ambil risiko.&lt;br /&gt;Pada kasus ini, kita lihat betapa kekuatan berupa potensi-potensi diri yang istimewa menjadi sulit berkembang, karena kelemahan-kelemahan yang tidak bisa dikendalikan atau dikelola dengan baik.&lt;br /&gt;Titik krusialnya di sini adalah, memaksimalkan potensi atau kekuatan dan sekaligus meminimalkan pengaruh kelemahan kita. Caranya:&lt;br /&gt;Pertama, berkomitmen untuk menghilangkan kelemahan-kelemahan tersebut. Kedua, melakukan action atau usaha yang sungguh-sungguh untuk menghentikan pengaruhnya setiap kali kelemahan diri tersebut muncul. Ketiga, menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan baru yang mendorong mencuatnya potensi kita, dan pada saat bersamaan mengubur sedalam-dalamnya setiap kelemahan kita. Keempat, terus-menerus menumbuhkan dan mengembangkan motivasi diri, supaya semangat selalu berkobar dan kita senantiasa memiliki mentalitas yang sehat.&lt;br /&gt;Dan keempat hal tersebut harus kita mulai sekarang juga! Ingat, hanya orang yang memiliki motivasi dan berani bertindak saja yang akan sukses. Action is power! Tindakan adalah kekuatan!&lt;br /&gt;Demikian dari saya Andrie WongsoAction &amp;amp; Wisdom Motivation TrainingSuccess is My RightSalam sukses luar biasa!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1720053519116246636-3919342085781498989?l=karim-fitriani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karim-fitriani.blogspot.com/feeds/3919342085781498989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1720053519116246636&amp;postID=3919342085781498989' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1720053519116246636/posts/default/3919342085781498989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1720053519116246636/posts/default/3919342085781498989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karim-fitriani.blogspot.com/2008/06/empat-tahap-pengembangan-diri.html' title='Empat Tahap Pengembangan Diri'/><author><name>Mochamad Iskarim, S.PdI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10925762467835518425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1720053519116246636.post-9134227933464551511</id><published>2008-06-15T21:58:00.000-07:00</published><updated>2008-06-15T22:02:23.929-07:00</updated><title type='text'>Bunda, Kangen........</title><content type='html'>Assalamualaikum Bunda Fitri....&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:180%;"&gt;BUNDA, Adik n Ayah Loving You....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:180%;"&gt;Bunda harus semangat bekerja ya... Tingkatkan kualitas diri n kemampuan Bunda, OK.. oya Bunda sekarang Adik Punya alamat Blog lho.. buka aja &lt;a href="http://karim-fitriani.blogspot.com/"&gt;http://karim-fitriani.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1720053519116246636-9134227933464551511?l=karim-fitriani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karim-fitriani.blogspot.com/feeds/9134227933464551511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1720053519116246636&amp;postID=9134227933464551511' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1720053519116246636/posts/default/9134227933464551511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1720053519116246636/posts/default/9134227933464551511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karim-fitriani.blogspot.com/2008/06/bunda-kangen.html' title='Bunda, Kangen........'/><author><name>Mochamad Iskarim, S.PdI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10925762467835518425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
